Sensor Gas MQ-136 (Mîngân Qî Lai-136) Sebagai Pendeteksi Gas Hidrogen Sulfida pada Limbah Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir)

Penulis

  • Rahmiani Gani Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Firma Nurul Aisya Uniersitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Asri Saleh Uniersitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Iin Novianty Uniersitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Kata Kunci:

Hidrogen Sulfida, Kangkung Darat, Sensor MQ-136

Abstrak

Hidrogen sulfida (H₂S) adalah gas beracun yang dihasilkan selama dekomposisi anaerobik bahan organik yang mengandung sulfur, seperti kangkung darat (Ipomoea reptans Poir). Karena efeknya yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan, pemantauan emisi H₂S yang efisien sangat penting, terutama dalam pengelolaan limbah pertanian. Studi ini menyelidiki kinerja sensor gas MQ-136 (Mîngân Qî Lai-136) dalam mendeteksi H₂S yang dilepaskan selama dekomposisi limbah kangkung darat. Deteksi MQ-136 meliputi kadar gas hidrogen sulfida yang terdapat dalam limbah kangkung darat serta nilai pH dan suhu pada variasi massa limbah dan air yaitu 100g:100g, 150g:200g, 200g:300g. Sensor MQ-136 dipilih karena sensitivitasnya terhadap konsentrasi H₂S yang rendah dan kesesuaiannya untuk pemantauan waktu nyata. pH limbah kangkung dalam menghasilkan biogas menurun pada awal proses fermentasi dan semakin meningkat seiring dengan waktu fermentasi. Suhu yang dihasilkan yaitu 28°C untuk setiap perbandingan konsentrasi limbah dan air. Kadar gas H2S yang paling tinggi dihasilkan kangkung pada hari ke 14 yaitu 4,23 ppm. Kadar gas H2S yang paling rendah dihasilkan kangkung pada hari ke 21 yaitu 0,21 ppm. Data eksperimen menunjukkan kemampuan sensor untuk secara akurat mendeteksi berbagai konsentrasi H₂S dalam kondisi dekomposisi yang terkendali.

Diterbitkan

2025-08-05